REVIEW JURNAL
Quantifying teenagers’ sleep patterns and sex differences in social jetlag using at-home sleep monitoring
|
Judul |
Quantifying teenagers’ sleep patterns and sex
differences in social jetlag using at-home sleep monitoring |
|
Jurnal |
Sleep Medicine |
|
Volume & Halaman |
Volume (107) & Halaman 1-8 |
|
Tahun |
2023 |
|
Penulis |
Maria Hrozanova, Jan Arvid Haugan, Ingvild
Saksvik-Lehouillier, Vera Skalicka, Lukas Krondorf, Frode Stenseng, Frode
Moen |
|
Reviewer |
Anisatul Wardah (24020104118) |
|
Tanggal |
26 Agustus 2024 |
1. Abstrak
Jurnal berjudul “Quantifying teenagers’ sleep patterns and sex differences in social jetlag using at-home sleep monitoring” ini berisi tentang penelitian mengenai pola tidur atau bangun tidur sehari-hari dan distribusi tahapan tidur pada remaja di Norwegia, dengan memfokuskan perbedaan gender dalam jetlag sosial. Pada bagian abstrak penulis langsung memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai topik bahasan yang akan dibahas dalam jurnal ini, yang menurut saya pembaca akan lebih mudah memahami isi jurnal ini.
2. Pendahuluan
Paragraf pertama penulis menjelaskan pentingnya tidur dalam
perkembangan remaja. Tidur memainkan peran penting dalam perubahan perkembangan
otak, tubuh, kepribadian, kesejahteraan emosional, dan kecerdasan selama masa
remaja. Selain itu penulis menjelaskan juga mengenai dampak pada remaja yang
memiliki kualitas tidur yang buruk.
Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah memperluas pemahaman penulis sendiri mengenai pola tidur/bangun dan tahapan tidur remaja di Norwegia dengan mengamati tidur 158 remaja Norwegia menggunakan monitor tidur, dengan harapan akan mendapatkan pernyataan mengenai permasalahan penelitian tersebut.
3. Pembahasan
Pada bagian Pembahasan, penulis membagi sub pokok bahasan menjadi beberapa bagian, yaitu:
Metode peserta; Setiap peserta wajib memenuhi kriteria perekrutan berikut untuk dimasukkan dalam penelitian ini: (a) Peserta direkrut dari kelas 8 dan 9 di empat sekolah menengah Norwegia di wilayah Trøndelag. (b) Mempunyai izin orang tua dari semua peserta di bawah usia 16 tahun. Hasilnya adalah dari 215 calon peserta, izin orang tua diberikan kepada 156 remaja, dan dari seluruh 156 remaja (41,7% laki-laki, 58,3% perempuan) berpartisipasi dalam penelitian ini. Hal ini setara dengan tingkat partisipasi sebesar 72,6%. Usia rata-rata sampel adalah 15,2 tahun, dengan standar deviasi 0,4 tahun (kisaran 15-16 tahun). Pusat Data Penelitian Norwegia (NSD) menyetujui penelitian ini (ID proyek 885271).
Prosedur; siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini ditetapkan sebagai berikut: (a)Mengumpulkan data persetujuan orang tua untuk satu kelas dalam satu waktu (b) Mengembalikan formulir persetujuan orang tua yang telah ditandatangani (c) Kelas peserta dikunjungi dua kali oleh tim peneliti di sekolah masing-masing. Pada kunjungan sekolah pertama, dua atau tiga anggota tim menjelaskan proyek penelitian dan menyerahkan peralatan untuk pemantauan tidur di rumah, SOMNOFY® (d) Semua perangkat kemudian ditangani sendiri oleh peserta di rumahnya masing-masing. Data tidur dikumpulkan di kamar tidur peserta, di mana SOMNOFY® dianggap tidak mengganggu orang yang tidur. Untuk menjamin kualitas data, peserta dipandu tentang cara mengaktifkan dan menempatkan monitor tidur di kamar tidur mereka untuk fungsionalitas optimal (e) Peserta diinstruksikan untuk menjaga jadwal tidur mereka seperti normal, tidak terpengaruh oleh penilaian tidur (f) Peserta diberi kode acak untuk memungkinkan para peneliti menghubungkan data monitor tidur mereka dengan data pribadi mereka, yang diperoleh dari kuesioner demografi berbasis web (g) Peneliti mengumpulkan monitor tidur para peserta dan melakukan presentasi tentang kesehatan tidur.
Instrumen; Penggunaan monitor tidur SOMNOFY® dalam penelitian ini. Monitor ini digunakan untuk mendeteksi pola tidur/bangun dan tahapan tidur peserta. SOMNOFY® adalah alat penilaian tidur yang sepenuhnya tidak mengganggu, menggunakan teknologi radar pulsa radio impuls ultra-wideband (IR-UWB) dan Doppler. Alat ini telah divalidasi terhadap polisomnografi (PSG), yang merupakan standar emas dalam pengukuran tidur klinis, dan terbukti menjadi ukuran yang memadai untuk tidur dan bangun, serta tahapan tidur, pada populasi orang dewasa yang sehat.
Data dan Analisis; Total malam yang dihabiskan dalam penelitian ini adalah 1.859. Penulis menganalisis data menggunakan model intersep acak, menggunakan jenis kelamin (0 ¼ laki-laki, 1 ¼ perempuan) dan malam dalam seminggu.
Hasil; Pada statik deskriptif nilai rata-rata variabel tidur yang diperoleh dari 156 remaja Norwegia yang menggunakan monitor tidur SOMNOFY® dalam jangka waktu maksimal 10 hari berturut-turut. Titik hitam yang terisi mewakili rata-rata, sedangkan SD diwakili oleh bilah kesalahan yang berpotongan dengan rata-rata berarti. Hasil data gambar 3 yaitu pada pemantauan tidur pada 156 remaja Norwegia dalam jangka waktu maksimal 10 hari berturut-turut. REM ¼ gerakan mata cepat-tidur nyenyak; f2m = marginal cohen’s f2, f2c = conditional cohen’s f2.
Diskusi; Tujuan utama penelitian ini agar penulis mendapatkan wawasan deskriptif mengenai pola tidur remaja dan untuk mengukur perbedaan jenis kelamin dalam jetlag sosial pada kelompok usia ini. Sejalan dengan hipotesis, pola tidur yang diamati mencerminkan tidur yang sehat, meskipun agak pendek. Terdapat bukti yang meyakinkan mengenai jetlag sosial, dengan kualitas tidur yang lebih buruk pada akhir pekan dibandingkan hari kerja. Anak perempuan menunjukkan jetlag sosial yang lebih ringan dibandingkan anak laki-laki.
4. Simpulan
Pada bagian kesimpulan penulis mendapat bukti yang meyakinkan mengenai jetlag sosial, dengan permulaan tidur yang lebih lambat dan offset tidur, waktu yang lebih lama di tempat tidur, latensi permulaan tidur, dan durasi tidur. Selain itu, tidur ringan meningkat dibandingkan dengan tidur nyenyak, dan efisiensi tidur yang lebih buruk terjadi pada Jumat dan Sabtu malam. Dari penelitian ini penulis mendapat pemahaman yang luas serta dapat meningkatkan fasilitas dalam penelitian selanjutnya.
5. Kekuatan Penelitian
Kekuatan pada penelitian ini adalah Penggunaan teknologi canggih, penelitian ini menggunakan monitor tidur SOMNOFY® yang menggunakan teknologi radar pulsa radio impuls ultra-wideband (IR-UWB) dan Doppler, yang telah divalidasi terhadap polisomnografi (PSG); Penelitian ini fokus pada jetlag sosial dan perbedaan jenis kelamin; Data yang kuat dan representatatif.
6. Kelemahan Penelitian
Meskipun sampel cukup besar, penelitian ini hanya dilakukan di Norwegia, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasikan ke populasi remaja di negara lain dan penulis penelitian ini mengaku bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme yang memfasilitasi hubungan antara jetlag sosial dan perbedaan jenis kelamin.
Nama : Anisatul Wardah
NIM : 24020104118
Program
studi : S1 Pendidikan Bahasa Jepang
Fakultas :
FBS